0

SEMINAR dan WORKSHOP BISNIS

Foto Nur Farikhin.

BEKERJA DENGAN RASA CINTA

( Secercah Cerita Dari Museum Peninggalan Kerajaan Majapahit )

Hari Jumat kemaren saya ke Musem Majapahit di Trowulan Mojokerto satu2nya Daerah yang tdk ada pegunungan tapi setiap malam berkabut seharusnya yg berkabut itu daerah pegunungan.kalo kata Juru kuncinya bahwa kerajaan Majaphit menjadi ghaib tandanya yaitu Kabut2 yang melindungi kerajaan secara Alami dan Natural.

Ketika saya masuk ke Museum Majapahit melihat peninggalan2 Besar kerajaan Tersebut bagaimana mereka membangun politik Kemaslahatan Rakyatnya, Bagaimana mereka membangun ekonomi yang kuat. bercocok tanam, Membuat Craft, membangun Rumah2 Penduduk sehingga Bata2nya masih terlihat kuat dan sangat kuat sampai skrg bisa terlihat di Museum Kerajaan Majapahit tsb.

Ketika sang Guide museum memberikan pelajaran kpd saya. ” Mas Ario kemari lihat ini batu2 terutama batu2 Bata ini yang untuk membangun Rumah2 Kampung Majapahit sampai skrg Masih keras, Berbeda dengan bata zaman skrg batanya tidak keras”

Lalu saya nyeletuk kepada guide tersebut” Kenapa Pak bisa begitu yah kok masih terlihat keras sampai skrg Batu Batanya padahal sdh melewati Ratusan Tahun lamanya…?

Sang Guide Menjawab : ” Begini Mas Ario, Jadi kenapa Leluhur Nusantara zaman dahulu hasil kerjaannya dapat Kita Rasakan saat ini Karena Mereka Bekerja dengan Rasa Cinta sbg asas bermanfaat untuk Orang lain dan bukan asas Demi Uang Mereka melakukan Pekerjaannya, Jika Kita bekerja berdasarkan Rasa Cinta Maka Uang Akan datang kepada Kita secara Otomatis Tapi Jika Kita bekerja berdasarkan Uang maka Uang akan menjauh darinya.

Saya mengangguk2 Paham oh begitu Leluhur Nusantara Ketika mereka Melakukan Pekerajaannya, Pantesan zaman sekarang kok beda yah Hasil ciptaan Prodak2 yang Hanya diniatkan Demi Uang, Lihat saja bagaimana Makanan dicampur borax, Dikasih Pengawet, batu Bata buat bangun rumah zaman skrg tdk keras apalagi batu Bata buatan Cina, dan banyak lagi Prodak2 yg cara pembuatannya tdk dihasilkan dng Rasa Cinta yang Berkepanjangan

Intinya dari Peninggalan2 Kerajaan Majapahit dapat kita Ambil pelajaran bahwa Mereka bekerja dengan Cinta dan Hati bukan Berdasarkan Money.

Orang yang bekerja melakukan Pekerjaannya sesuai bidangnya dengan Perasaan Cinta Dan Hati, maka Alam semesta akan turut mendukung dan melimpahkan keberkahan Dalam kehidupannya dan secara Otomotis Hukum Semesta Dan Tuhan Sang Pencipta akan melimpahkan kesejahteraan secara ekonomi baik untuk dirinya dan Keluarganya terlebih lagi untuk Komunitas Sesama Manusia.

By Ario Rantau

Amankan seat anda

http://gg.gg/SeminarKopdar1

#ArioRantau #KopdarNusantara #KejujuranAdalahMatahari

0

Seminar Pembinaan Keagamaan

Di era globalisasi seperti saat ini, banyak generasi muda yang kurang memahami ilmu agama. Akibatnya, paham radikal yang sangat dihindari dengan begitu mudahnya masuk ke lingkungan kita. Untuk mencegah paham radikal semakin meluas, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan dari Institut Agama Islam Negeri (IAIN) mengadakan seminar pembinaan keagamaan di SMK & SMA Plus Melati Samarinda. Kegiatan tersebut terlaksana pada tanggal 21 Oktober 2017.

Seluruh siswa dan siswi SMK & SMA Plus Melati yang beragama islam mengikuti kegiatan tersebut dengan begitu khidmat dan antusias. Seminar diisi oleh salah satu dosen dari IAIN.

Seminar diawali dengan pengenalan kampus, agar siswa lebih memahami bagaimana struktur perkuliahan. Setelah itu barulah masuk ke pembahasan mengenai paham radikal. Para siswa memperhatikan dengan seksama penjelasan yang disampaikan oleh narasumber. Pada sesi tanya jawab pun berlangsung cukup aktif, karena rasa ingin tahu siswa yang sangat tinggi. Tapi, karena keterbatasan waktu, sesi tanya jawab hanya berlangsung sebentar saja. Semoga ilmu yang sedikit ini bisa memberikan dampak yang besar bagi para generasi penerus bangsa.

0

SMK Plus Melati Berbagi

Berbagi dengan sesama merupakan suatu kebaikan yang tidak ternilai. Terlebih lagi berbagi dengan saudara – saudara kita yang kurang beruntung. Dalam hal ini, SMK Plus Melati berbagi dengan cara turut serta pada acara Festival Anak Soleh yang diadakan di Samarinda Central Plaza. Pada acara tersebut diadakan Lomba Tartil Qur’an Antar Panti Asuhan Se-Samarinda yang berlangsung pada tanggal 19 Oktober 2017. Beberapa panti asuhan yang berada di kota Samarinda ikut ambil bagian pada lomba yang diikuti oleh peserta putra dan putri tersebut.

Lantunan ayat suci al-qur’an dibacakan dengan begitu merdu dan lancar. Para peserta diberi kesempatan untuk membacakan dua surah. Surah yang pertama sudah ditentukan oleh panitia, sedangkan surah yang kedua bebas dipilih oleh peserta. Anak – anak berlomba – lomba menunjukkan kepiawaiannya dalam membaca ayat suci al-qur’an.

Para juri pun merasa kesulitan ketika akan menentukan pemenangnya, karena semua peserta sudah berusaha memberikan penampilan yang terbaik. Namun, pada akhirnya hanya ada satu pemenang. Walau ada yang kalah tapi mereka tidak berkecil hati, mereka merasa senang karena membaca al-qur’an adalah kegemarannya.

Dari lomba ini bisa kita ambil pelajaran bahwa menang atau kalah itu bukan masalah, tetapi seberapa besar kita senang dan ikhlas melakukan hal tersebut maka kita akan merasa selalu bahagia walau hasil yang didapat bukan yang diharapkan.